ANALISIS KESULITAN BELAJAR PERSAMAAN GARIS LURUS

8m ago
55 Views
0 Downloads
2.90 MB
21 Pages
Transcription

ANALISIS KESULITAN BELAJAR PERSAMAAN GARIS LURUSPADA SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 5 SALATIGAJURNALTugas ini disusun untuk meraih gelar Sarjana PendidikanDisusun olehRudy Hermawan (202012019)PROGRAM STUDI S1 – PENDIDIKAN MATEMATIKAFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANASALATIGA2016

ANALISIS KESULITAN BELAJAR PERSAMAAN GARIS LURUSPADA SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 5 SALATIGARudy Hermawan, Novisita Ratu, Helti Lygia MampouwProgram Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro 52 – 60 Salatiga 50711 Jawa TengahE-Mail: [email protected] ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menggunakan konsep, prinsip, dan pemecahanmasalah verbal pada materi persamaan garis lurus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjekpenelitian terdiri dari 29 siswa kelas VIII C SMP Negeri 5 Salatiga tahun pelajaran 2015/2016. Pengumpulandata dilakukan menggunakan tes tertulis, dan wawancara. Dalam penelitian ini ditemukan 49,76% subjekmengalami kesulitan belajar konsep, 26,83% subjek mengalami kesulitan belajar prinsip, dan 23,41% subjekmengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan verbal. Siswa dikatakan kesulitan belajar konsep jikasiswa tidak memahami konsep yang terdapat dalam persamaan garis lurus. Siswa mengalami kesulitan belajarprinsip ditunjukkan dengan siswa salah dalam melakukan operasi hitung bilangan serta siswa salah dalammemasukkan angka ke dalam rumus. Kesulitan dalam memecahkan permasalahan verbal ditunjukkan dengankurangnya kemampuan siswa dalam memahami maksud dari permasalahan yang terdapat dalam soal ceritamatematika.Kata Kunci: Kesulitan belajar matematika, gradien, persamaan garis lurus.A. PENDAHULUANMatematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan disetiap jenjangsekolah, baik tingkat Sekolah Dasar, Menengah maupun Perguruan Tinggi. Secara umum,matematika memiliki 6 karakteristik (Sri Wardhani, 2010) yaitu: (1) memiliki objek kajianyang abstrak, (2) mengacu pada kesepakatan, (3) berpola pikir deduktif, (4) konsisten dalamsistemnya, (5) memiliki simbol yang kosong dari arti, (6) memperhatikan semestapembicaraan. Karena karakteristik ini, matematika sampai saat ini masih menjadi momokyang menakutkan bagi siswa, yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar.Prestasi belajar yang rendah merupakan salah satu bukti adanya kesulitan dalam belajarsiswa, guru dalam hal ini adalah orang yang bertanggung jawab yang seharusnya dapatmemahami kesulitan belajar anak didiknya dan kemudian memberikan bantuanpemecahannya. Hasil survei dari TIMSS (Trend in International Mathematics and Science)menunjukan pada tahun 2011 Indonesia menempati posisi ke – 39 dari 63 negara dengan poin386. Hal ini menunjukkan bahwa rata – rata prestasi belajar Matematika siswa di Indonesiamasih rendah, karena jauh berada di bawah rata – rata Internasional yang memiliki poin 500.Hasil ini menunjukkan bahwa siswa – siswa masih mengalami kesulitan dalam mempelajarimatematika.1

Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana anak didik tidak dapat belajar secarawajar, yang disebabkan adanya hambatan dalam belajar (Djamarah, 2011: 235). Kesulitanbelajar matematika disebut juga diskalkulia (dyscalculia). Istilah diskalkulia memilikikonotasi medis yang memandang adanya keterkaitan dengan gangguan sistem syaraf pusat.Menurut Lerner (1981: 35), ada beberapa karakteristik anak berkesulitan belajar matematika,yaitu: adanya gangguan dalam hubungan keruangan, abnormalitas persepsi visual, asosiasivisual motor, perseverasi, kesulitan mengenal dan memahami simbol, gangguan penghayatantubuh, kesulitan dalam bahasa dan membaca, score performance IQ jauh lebih rendah daripada skor verbal IQ. Kesulitan atau kendala belajar yang dialami siswa dapat disebabkan olehfaktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa,misalnya kesehatan, bakat minat, motivasi, intelegensi dan sebagainya. Sedangkan faktoreksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa misalnya dari lingkungansekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.Secara lebih khusus dalam belajar matematika yang baik menurut Rusfendi (2009 : 76) :“Agar anak didik memahami dan mengerti konsep matematika, seyogyanya diajarkan denganurutan konsep murni selanjutnya dengan konsep terapan di samping itu harus disesuaikandengan tingkat – tingkat proses anak didik atau peserta didik belajar. Menurut Reber (1998),ada 3 elemen pelajaran berhitung yang harus dikuasai oleh anak. Ketiga elemen tersebutadalah konsep, komputasi, dan pemecahan masalah. Kesulitan belajar berhitung merupakanjenis kesulitan belajar terbanyak disamping membaca. Padahal seperti halnya keterampilanmembaca, keterampilan menghitung merupakan sarana yang sangat penting untuk menguasaibidang studi lainnya.Soejono (1984: 4) mengemukakan penyebab – penyebab kesulitan belajar matematikayaitu: (1) kesulitan belajar konsep, (2) kesulitan belajar prinsip, (3) kesulitan belajarpemecahan permasalahan verbal. Kesulitan dalam menggunakan konsep misalnya siswa lupanama singkatan atau nama teknik suatu objek, ketidakmampuan mengingat satu atau lebihsyarat cukup dan sebagainya. Hal tersebut menyebabkan siswa kesulitan dalam menggunakanprinsip karena siswa tidak mempunyai konsep yang dapat digunakan untuk mengembangkanprinsip sebagai butir pengetahuan baru. Penyebab lain kesulitan dalam menggunakan prinsipyaitu siswa tidak dapat menggunakan prinsip karena kejelasan tentang prinsip tersebut dansebagainya. Sementara itu kesulitan dalam memecahkan soal berbentuk verbal penyebabnyaadalah tidak mengerti apa yang dibaca akibat kurangnya pengetahuan siswa tentang konsepatau beberapa istilah yang tidak diketahui, tidak mampu menetapkan variabel untukmenyusun persamaan, dan sebagainya.2

Berdasarkan laporan hasil ujian nasional tahun pelajaran 2012/2013 Badan StandarNasional Pendidikan (BSNP) kemampuan daya serap pelajaran matematika seluruh SMP diJawa Tengah pada materi pokok persamaan garis lurus dengan persentase daya serap 59,08%,pada materi pokok garis dan sudut memiliki presentase daya serap sebesar 66,09%,sedangkan pada materi pokok fungsi memiliki presentase daya serap sebesar 64,13%.Perolehan tersebut mengindikasikan bahwa siswa memiliki daya serap terendah ketikamenghadapi soal dengan materi pokok persamaan garis lurus.Materi persamaan garis lurus sampai saat ini masih menjadi materi yang sulit untukdipelajari siswa. Retno Dewi Tanjungsari, dkk (2011). menemukan kesulitan siswa dalammempelajari persamaan garis lurus yang berupa (1) kesulitan dalam kemampuanmenerjemahkan (linguistic knowledge) ditunjukkan dengan kesalahan dalam menafsirkanbahasa soal; (2) kesulitan dalam menggunakan prinsip termasuk didalamnya siswa tidakmemahami variabel, kurangnya penguasaan dasar-dasar aljabar dan kurangnya kemampuanmemahami (schematic knowledge) yang ditunjukkan dengan kesalahan dalam mengubahbentuk persamaan, kesalahan dalam komputasi aljabar, kesulitan dalam menerapkan prinsipgradien tegak lurus dan kesalahan dalam operasi bilangan; (3) kesulitan dalam menggunakankonsep termasuk didalamnya ketidakmampuan untuk mengingat konsep, ketidakmampuanmendeduksi informasi berguna dari suatu konsep dan kurangnya kemampuan memahami(schematic knowledge) yang ditunjukkan dengan kurang lengkap dalam menuliskan rumus;dan (4) kesulitan dalam kemampuan algoritma termasuk didalamnya kurangnya kemampuanperencanaan (strategy knowledge) dan dalam kemampuan penyelesaian (algorithmicknowledge) ditunjukkan dengan tidak mengerjakan soal, kurang langkah, belum selesai,kurangnya ketelitian siswa dalam mengerjakan.Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar konsep, prinsip, danpemecahan masalah verbal siswa kelas VIII C SMP Negeri 5 Salatiga dalam mempelajarimateri persamaan garis lurus. Kemudian, setelah mengetahui kesulitan belajar siswa, kitasebagai calon guru dapat mendeskripsikan kesulitan – kesulitan siswa dalam mempelajaripersamaan garis lurus. Hasil penelitian dapat memberikan informasi serta pengalamantentang permasalahan yang terjadi saat siswa mempelajari materi persamaan garis lurus.Untuk itu, guru dapat mencari tindakan alternatif dalam mengatasi kesulitan belajar siswa danguru dapat meningkatkan pembelajaran matematika khususnya pada materi persamaan garislurus.3

B. METODE PENELITIANPenelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif yang merupakan suatupenelitian yang diupayakan untuk mengamati permasalahan tentang materi persamaan garislurus dan berorientasi pada kendala – kendala siswa saat mempelajari materi persamaan garislurus.Subjek dalam penelitian ini adalah 29 siswa kelas VIII-C SMP N 5 Salatiga, tigadiantaranya diwawancarai. Ketiga siswa tersebut diambil, berdasarkan pada nilai terrendahinstrumen tes tertulis.Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri didukung dengan testertulis, dan wawancara. Tes tertulis terdiri dari 7 soal dirancang untuk dapat mendiagnosiskesalahan – kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan persoalan persamaan garislurus. Berdasarkan hasil tes tersebut diidentifikasi kesulitan siswa berupa kesalahankesalahan siswa dalam menjawab soal yang berkaitan dengan konsep dan prinsip tentangPersamaan Garis Lurus. Pedoman wawancara dirancang untuk mempermudah peneliti dalammenggali informasi hasil pekerjaan siswa pada tes persamaan garis lurus yang diberikan.Tujuh soal tes tertulis persamaan garis lurus terdiri dari beberapa indikator utama yaitu1) gradien, 2) persamaan garis, 3) soal cerita. Soal dengan indikator utama gradien danpersamaan garis digunakan untuk mengukur kesulitan siswa mengenai konsep dan prinsip,sedangkan soal cerita digunakan untuk mengukur kesulitan siswa dalam memecahkanpermasalahan verbal. Berikut tabel 1 adalah kisi – kisi penulisan soal tes.Tabel 1. Kisi – Kisi Penulisan SoalIndikatorUtamaSub IndikatorSoalMenentukan gradien garis yangmelalui dua titik.Menentukan gradien dari grafikfungsi linear.Tentukan gradien garis yang melaluititik A(8, 1) dan titik B (2, 13)!Perhatikan gambar berikut!No. Soal1Gradien2Persamaangaris lurusMenentukan persamaan garislurus jika diketahui satu titik danbergradien m.4Tentukan gradien dari gambar diatas!Tentukan persamaan garis yangmelalui titik P(2,3) dan bergradien ½!3

Menentukan persamaan garisyang sejajar dengan suatupersamaan linear dan melalui satutitik.Menentukan persamaan garislurus jika diketahui dua titik.Menyelesaikanpermasalahannyata tentang persamaan garislurus.Soal ceritaTentukan persamaan garis yangsejajar dengan garis 2x 5y – 1 0 dansejajar dan melalui titik (2,3)!Tentukan persamaan garis yangmelalui titik A(2,3) dan B(3,5)!Sebidang tanah dengan hargaperolehan Rp50.000.000,00diperkirakan mengalami tingkatkenaikan konstan Rp200.000,00 pertahun dalam kurun waktu 5 tahun.Tentukan persamaan garis hargatanah tersebut dan harga tanah setelah5 tahun!Di desa Madukoro, pertambahanpenduduk tiap tahunnya selalu tetap.Pada tahun 2005 dan tahun 2011jumlah penduduk di kota itu berturutturut 600 orang dan 900 orang.Berapa jumlah penduduk di desa itupada tahun 2015?4567Siswa dikatakan kesulitan belajar konsep saat siswa telah memperoleh pengajaran suatukonsep, tetapi belum menguasainya mungkin karena lupa sebagian atau seluruhnya. Mungkinpula konsep yang dikuasainya kurang cermat. Siswa dikatakan menguasai prinsip apabila iadapat mengidentifikasi konsep – konsep yang terkandung di dalam prinsip tersebut,menentukan hubungan antar konsep, dan menerapkan prinsip tersebut ke dalam situasitertentu. Penyebab umum kesulitan belajar prinsip adalah (1) siswa tidak dapat mempunyaikonsep yang dapat digunakan untuk mengembangkan prinsip sebagai butir pengetahuan yangperlu, (2) miskin dari konsep dasar secara potensial merupakan sebab kesulitan belajarprinsip yang diajarkan dengan metode kontekstual (contoh nyata), (3) siswa kurang jelasdengan prinsip yang telah diajarkan.Keberhasilan dalam memecahkan persoalan berbentuk verbal tergantung kemampuanpemahaman verbal, yaitu kemampuan memahami soal berbentuk cerita dan kemampuanmengubah soal verbal menjadi model matematika, biasanya dalam bentuk persamaan sertakesesuaian pengalaman siswa dengan situasi yang diceritakan dalam soal. Indikator kesulitanbelajar ditunjukkan pada Tabel 2.Tabel 2. Indikator Kesulitan BelajarJenis – Jenis KesulitanBelajarKesulitan BelajarKonsepKesulitan Belajar Prinsip1.2.3.1.2.3.4.IndikatorKetidakmampuan mengingat konsep.Ketidakmampuan mendeduksi informasi berguna dari suatu konsep.Kurangnya kemampuan memahami yang ditunjukkan dengankurang lengkap dalam menuliskan rumus.Siswa tidak memahami variabel.Kurangnya penguasaan dasar – dasar aljabar.Kurangnya kemampuan siswa dalam mengubah ke dalam bentukpersamaan.Kesulitan dalam menerapkan prinsip gradien tegak lurus.5

5.1.2.Pemecahan Masalah VerbalKesalahan dalam operasi bilangan.Kurangnya kemampuan dalam memahami soal berbentuk cerita.Ketidakmampuan mengubah soal verbal menjadi modelmatematika.Prosedur penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah peneliti datang ke sekolah yangakan diteliti. Setelah itu, peneliti memilih satu kelas yang akan dijadikan subjek penelitian.Kemudian, peneliti memberikan soal tes tertulis tentang materi persamaan garis lurus.Peneliti mengoreksi jawaban pekerjaan siswa terhadap tes yang diberikan denganmemberikan poin 0 jika jawabannya salah, dan memberikan poin 1 jika jawabannya benar.Tahap akhir dari pengambilan data yaitu peneliti memilih beberapa subjek untukdiwawancarai mengenai kesulitan belajar yang dipilih berdasarkan tiga siswa dengan hasil testerrendah. Setelah itu, peneliti menganalisis hasil tes tertulis dan wawancara terhadap subjeklalu mengambil kesimpulan dari penelitian tersebut.C. HASIL DAN PEMBAHASANTes tertulis diperiksa dan dipilah – pilah menurut jawaban yang benar dan yang salah.Hasil penilaian terhadap kesulitan – kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematik