ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM

8m ago
55 Views
0 Downloads
3.93 MB
14 Pages
Transcription

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM KETERAMPILANBERPIKIR GEOMETRI(Studi Kasus pada Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 1 Kaliwedi KecamatanKaliwedi Kabupaten Cirebon )SKRIPSIDiajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhiGelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)pada Jurusan Matematika Fakultas TarbiyahInstitut Agama Islam (IAIN) Syekh Nurjati CirebonLAELATIS SYARIFAHNIM : 5945 1073KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIAINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) CIREBONFAKULTAS TARBIYAHPROGRAM STUDY PENDIDIKAN MATEMATIKA2013 M / 1434 H

ABSTRAKLAELATIS SYARIFAH: Analisis Kesulitan Belajar Siswa DalamKeterampilan Berpikir Geometri (Studi Kasus pada SiswaKelas VIII A SMP Negeri 1 Kaliwedi Kecamatan KaliwediKabupaten Cirebon)Pada prinsipnya setiap siswa berhak memperoleh peluang untuk mencapaikinerja akademik yang memuaskan. Namun dari kenyataan sehari-hari tampakjelas bahwa siswa itu memiliki perbedaan dalam hal kemampuan intelektual,kemampuan fisik, latar belakang keluarga, kebiasaan dan pendekatan belajar yangterkadang sangat mencolok antara siswa dengan siswa yang lainnya. Sementaraitu penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah pada umumnya ditujukankepada siswa yang berkemampuan rata-rata, sehingga siswa yang berkemampuanlebih atau yang berkemampuan kurang menjadi terabaikan. Dari sini kemudiantimbullah apa yang disebut dengan kesulitan belajar yang bisa dialami oleh siapasaja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa menuruttanggapan siswa kelas VIII A di SMP Negeri 1 kaliwedi, serta untuk mengetahuitingkat analisis kesulitan belajar siswa karena faktor intern dan faktor ekstern.Pada proses pendidikan termasuk tahap belajar siswa membutuhkanpamahaman. Walaupun setiap orang berbeda kemampuan tingkat pemahamannya,dalam mencapai tahap tersebut tidak selalu lancar seperti adanya kesulitan belajar.Masalah kesulitan dalam memahami materi matematika itu sudah merupakanproblema umum dan khas dalam proses pembelajaran, termasuk juga geometri.Dalam proses pembelajaran geometri sendiri tentunya menemukan kesulitankesulitan. Kesulitan belajar yang dialami oleh siswa tersebut bisa diakibatkan olehfaktor intern dan faktor ekstern.Penelitian ini mengambil populasi kelas VIII SMP Negeri 1 Kaliwedi,sedangkan subjek penelitian ini terpilih satu kelas yaitu kelas VIII A sebanyak 37siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposivesampling. Data dikumpulkan dengan melihat nilai ulangan harian siswa, angketdan wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptifkuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kesulitan belajar yang dialamioleh siswa kelas VIII A di SMP Negeri 1 kaliwedi Kabupaten Cirebon yangpaling dominan dipengaruhi oleh faktor, hal ini dapat dilihat dari nilai ulanganharian yang menunjukkan hanya 70% siswa yang tuntas, (2) Untuk tingkatkesulitan belajar yang dialami oleh siswa karena faktor intern adalah aspek bakatyaitu pemhaman dan kemampuan menyelesaikan soal geometri kategori lemahsebesar 27,92% sehingga dapat dikatakan sebagian kecil siswa masih banyak yangmengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal geometri. Untuk tingkat kesulitanbelajar yang dialami oleh siswa karena faktor ekstern semuanya berkategorisangat lemah Jadi faktor yang sangat mempengaruhi siswa dalam keterampilanberpikir geometria adalah faktor intern.

KATA PENGANTARSegala puji bagi Allah yang telah menjadikan manusia memiliki berbagaianugerah kelebihan dibandingkan dengan makhluk-makhluk Allah yang lainnya.Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita nabibesar Muhammad saw. Kepada kerabatnya, sahabatnya dan tak lupa kepada kitaselaku umatnya.Dalam penulisan skripsi ini penulis mendapatkan bimbingan dan bantuandari berbagai pihak moril maupun materi . Untuk itu dengan kerendahan hatisudah sepantasnya penulis mengucapkan terimakasih yang tulus kepada:1. Bapak Prof. Dr. H. Maksum Muchtar, MA, Rektor IAIN Syekh NurjatiCirebon2. Bapak Dr. Saefudin Zuhri, M.Ag, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN SyekhNurjati Cirebon3. Bapak Toheri,S.Si.,M.Pd., Ketua Jurusan Tadris Matematika IAIN SyekhNurjati Cirebon4. Bapak Reza Oktiana Akbar, M.Pd., Sekertaris Jurusan Tadris MatematikaIAIN Syekh Nurjati Cirebon5. Bapak Arif Muchyidin, M.Si., Pembimbing I6. Bapak Drs. Siarudin, M.Pd., Pembimbing II7. Bapak H. Aksan, S.Pd.,M.Si., Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kaliwedi8. Bapak Edi Kastara, S.Pd., Guru matematika kelas VIII9. Siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Kaliwedi yang menjadi objek penelitiandalam skripsi iniSemua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan skripsi ini,yang tak dapat penulis sebutkan namanya satu persatu. Semoga seluruh amalbaiknya diterima oleh Allah SWT.Dan akhirnya semoga skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca.Cirebon, Agustus 2013Penulis,i

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR . iDAFTAR ISI . iiDAFTAR TABEL DAN DIAGRAM . ivDAFTAR LAMPIRAN . viBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah . 1B. Perumusan Masalah . 41. Identifikasi Masalah . 42. Pembatasan Masalah. 53. Pertanyaan Penelitian . 5C. Tujuan Penelitian . 5D. Kegunaan Penelitian . 6BAB II ACUAN TEORITIKA. Deskripsi Teoritik . 7B. Tinjauan Hasil Penelitian Yang Relevan . 28C. Kerangka Pemikiran . 30BAB III METODOLOGI PENELITIANA. Tempat dan waktu penelitian . 32B. Metode dan Desain Penelitian . 33C. Teknik Pengumpulan Data . 331. Instrumen pengumpulan data . 332. Definisi konseptual. 343. Kisi-kisi instrumen . 354. Teknik pengumpulan data . 35D. Teknik Analisis . 37ii

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIANA. Deskriptif Data . 41B. Hasil Penelitian . 78BAB V PENUTUPA. Simpulan. 81B. Saran . 82DAFTAR PUSTAKA . 84LAMPIRAN-LAMPIRANiii

BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahMatematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswadari TK hingga di Perguruan Tinggi. Banyak alasan tentang perlunya belajarmatematika. Menurut Cornelius yang dikutip oleh Mulyono Abdurrahmandalam Inayatul Chasanah1 mengemukakan perlunya belajarmatematikakarena matematika merupakan (1) Sarana berfikir yang jelas dan logis, (2)Sarana untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, (3) Saranauntuk mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) Saranauntuk mengembangkan kreatifitas, (5) Sarana untuk meningkatkan kesadaranterhadap perkembangan budaya.Menurut James dalam Erman Suherman2, matematika adalah ilmutentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsepberhubungan lainnya dengan jumlah yang banyak terbagi ke dalam 3 bidang,yaitu: aljabar, analisis, dan geometri.Banyak alasan tentang perlunya belajar matematika. Seperti pendapatRuseffendi3 menjelaskan diantara tujuan pendidikan matematika adalahpengetahuan dan keterampilan. Untuk pengetahuan, diharapkan siswamemiliki pengertian dan pengetahuan matematika baik untuk menghadapistudi lebih lanjut, maupun untuk pemakaian praktis dalam mata pelajaran lain,dan dalam kehidupan sehari-hari, serta siswa memahami hubungan bagianbagian matematika. Untuk keterampilan sendiri siswa diharapkan: pertama,memiliki keterampilan menyelesaikan soal-soal matematika, baik yangberhubungan dengan kehidupan sehari-hari, bidang studi lain, maupun dalammatematika sendiri. Kedua, siswa terampil1menggunakan pengetahuanInayatul Chasanah. 2006. Analisis Kesulitan Belajar Siswa Dalam Memahami Konsep Geometri(Studi Kasus di MTs N Cirebon II Tahun Ajaran 2004/2005). STAIN Cirebon: Tidak diterbitkan,hal. 12Erman Suherman. 1993. Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Matematika. Jakarta: DepartemenPendidikan dan Kebudayaan, hal.1203Ruseffendi. 1991. Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam PenngajaranMatematika Untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito, hal.2061

2matematika guna menunjang mata pelajaran lain. Ketiga, siswa memilikikemampuan membuat analisis, sintesa, dan membuat kesimpulan. Keempat,siswa memiliki keterampilan menggunakan alat-alat ukur, alat-alat hitung, hman4yangmengemukakan alasan perlunya belajar matematika, yaitu karena:1. Matematika sebagai sarana berpikir yang jelas dan logis.2. Matematika sebagai sarana untuk memecahkan masalah dalam kehidupansehari-hari.3. Matematika sebagai sarana untuk mengenal pola-pola hubungan dangeneralisasi pengalaman.4. Matematika sebagai sarana untuk mengembangkan kreatifitas.5. Matematika sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadapperkembangan budaya.Sedangkanmenurut Cokrof dalam Mulyono Abdurrahman5mengemukakan bahwa matematika perlu diajarkan kepada siswa karena:1. Selalu digunakan dalam segala segi kehidupan.2. Semua bidang studi memerlukan keterampilan matematika yang sesuai.3. Merupakan sarana komunikasi yang kuat, singkat dan jelas.4. Dapat digunakan untuk menyajikan informasi dalam berbagai cara.5. Meningkatkan kemampuan berpikir logis, ketelitian dan kesadarankeruangan.6. Memberikan kepuasan terhadap usaha memecahkan masalah yangmenantang.Menurut James dalam Erman Suherman6 matematika adalah ilmutentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsepberhubungan lainnya dengan jumlah yang banyak dan terbagi ke dalam 34Mulyono Abdurrahman. 1991. Pendidikan Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta, hal.2515Ibid., hal. 2536Erman Suherman. 1993. Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Matematika. Jakarta: Depdikbud,hal. 120

3bidang yaitu: aljabar, analisis, dan geometri. Matematika tersusun secarabertahap dari yang mudah sampai yang paling sukar. Sehingga matematikapada hakikatnya merupakan aktifitas mental yang tinggi untuk memahami artistruktur-struktur, hubungan-hubungan, simbol-simbol, keabstrakan, yangkemudian menerapkannya dalam situasi nyata. Jadi, belajar matematika adalahsuatu proses aktif yang sengaja dilakukan untuk memperoleh pengetahuanyang dapat mengakibatkan terjadinya perubahan tingkah laku.Dengan demikian untuk mencapai pemahaman tentang suatu materimatematika membutuhkan fondasi yang kuat, yaitu dengan memahami konsepyang merupakan prasyarat utama. Hal ini melingkupi konsep penalaran,konsep pemahaman simbol, dan penguasaan konsep keabstrakan sertageneralisasi. Walaupun pada kenyataannya, ada perbedaan kemampuan dalammemahami materi matematika.Menurut Ruseffendi7 geometri adalah suatu sistem aksiomatik dankumpulan generalisasi, model dan bukti tentang bentuk-bentuk benda bidangdan ruang. Geometri adalah suatu sistem aksiomatik karena terdiri dari unsurunsur yang didefinisikan, postulat (aksioma dan asumsi) dan teori-teori ataudalil yang dikatakannya benar bila dapat dibuktikan secara matematika ataudeduktif. Berdasarkan uraian di atas, setidak-tidaknya geometri ilmupengetahuan yang mempelajari bentuk dan besarnya bentuk-bentuk tersebutdisertai argumen-argumennya.Geometri memuat beberapa bidang, diantaranya: geometri Euclid,geometri non Euclid, geometri transformasi, geometri analitik, dan geometrilukis. Geometri merupkan materi dari mata pelajaran matematika SMP/MTskelas VIII semester 2. Dalam pembelajar geometri ini tidak sedikit siswa yangmemahaminya secara keseluruhan, selain itu juga terdapat konsep abstraksehingga siswa perlu segera diberikan penguatan agar melekat dan tahan lamaagar materi-materiyang ada menjadi milik dan pola pikir maupuntindakannya.7Ruseffendi. 1990. Pengajaran Matematika Modern dan Masa Kini untuk Guru dan PGSD D2.Bandung: Tarsito, hal. 2

4Pada prinsipnya setiap siswa berhak memperoleh peluang untukmencapai kinerja akademik yang memuaskan. Namun dari kenyataansehari-hari tampak jelas bahwa siswa itu memiliki perbedaan dalam halkemampuan intelektual, kemampuan fisik, latar belakang keluarga,kebiasaan dan pendekatan belajar yang terkadang sangat mencolok antaraseorang siswa dengan siswa yang lainnya.Sementara itu penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolahpada umumnya ditujukan kepada siswa yang berkemampuan rata-rata,sehingga siswa yang berkemampuan lebih atau yang berkemampuankurang menjadi terabaikan. Dengan demikian, siswa-siswa yangberkategori “di luar rata-rata” itu tidak mendapat kesempatan yangmemadai untuk berkembang sesuai d