PEMBUATAN DAN VALIDASI TES PENGETAHUAN KESEHATAN

4m ago
31 Views
0 Downloads
1,009.83 KB
6 Pages
Transcription

PEMBUATAN DAN VALIDASI TES PENGETAHUAN KESEHATAN DANKESELAMATAN KERJA LABORATORIUM CALON GURU KIMIAOktariani1, Yelfira Sari2, Asyti Febliza 3Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Islam [email protected])AbstractThis study was conducted to create and validate the instruments test of prechemistry teacher’sknowledge about health and safety work in laboratory. This instrument will be used to obtaininformation about prechemistry teacher’s knowledge about health and safety work in laboratory.This research has been conducted using Research and Development (R & D) design that wasdeveloped by adopting 4D development model consisting of 4 stages: define, design, develop anddissemination. However, this research only reached the develop stage. Data analysis wasperformed to test the validity and reliability of the tests. Data processing was performed usingIBM-SPSS 20 software. The results of this study showed that the test was valid and was feasible toimplement based on the CVI value of 0.847. The reliability test of prechemistry teacher’sknowledge about health and safety work in laboratory was obtained at 0.766, its mean that thereliability of the tests was classified as in high category. Thus this instrument can be used todetermine the level of prechemistry teacher’s knowledge about health and safety work inlaboratory. Although there are some parts of the instrument need to be revised again.Keywords : instrument, healthy and safety work, laboratory, reliability, validity1. PENDAHULUANKimia merupakan salah satu cabang IlmuPengetahuan Alam yang mempelajari tentangsifat, komposisi, dan struktur zat sertafenomena perubahan yang menyertainya.Bahan Kajian ilmu kimia terkait teori,prinsip,konsep dan hukum yang menjelaskandan menafsirkan fenomena dan perubahan yangmenyertai zat tersebut (Oktariani; Firman;Nahadi, 2014). Bahan kajian tersebut padadasarnya terdiri atas konsep-konsep. Masingmasing konsep akan berkaitan satu denganyang lainnya. Oleh karena itu, untukmempelajari ilmu kimia harus dimulai daripemahaman tentang konsep agar kaitan antarasatu konsep dengan konsep lain dapatdipahami.Lebih lanjut Johnstone mengemukakanbahwa ilmu kimia terdiri dari tiga komponenpenting yaitu Makroskopik, Mikroskopik danSimbolik. Makroskopik merupakan komponenkimia pada tingkat nyata, tampak dan sensorik.Mikroskopik merupakan komponen yangmenjelaskan fenomena makroskopik yangterjadi pada atom dan molekul melaluiperspektif kinetik. Simbolik merupakankomponen yang mencakup simbl-simbolrepresentatif dan persamaan matematis sepertistoikiometri. Ketiga domain ini dikenal jugadengan istilah Triangle Chemistry (Talanquer,2011).Sesuai dengan kebijakan BSNP dalamstandar kompetensi dan kompetensi dasarSMA/MA untuk mata pelajaran kimia,pembelajaran kimia harus menekankan padapemberian pengalaman melalui penggunaandan pengembangan keterampilan proses dansikap ilmiah yang diperoleh melalui praktikum.Sejalan dengan itu, menurut PermendikbudNo.16 Tahun 2007 tentang standar kualifikasiakademik dan kualifikasi guru, salah satukompetensi profesional yang harus dimilikiguru kimia adalah kemampuan menggunakanalat ukur, alat peraga, alat hitung dan softwareuntuk meningkatkan pembelajaran kimia dikelas, laboratorium dan lapangan. Selain ituguru kimia juga dituntut untuk memilikikemampuan menguasai prinsip dan teoripengelolaan dan keselamatan kerja/belajar diJEDCHEM (Journal Education and Chemistry) Vol. 1 No. 2 Juli 2019Page 94

JEDCHEM (Journal Education and Chemistry)Vol. 1 No. 2 Juli 2019laboratorium kimia sekolah serta melaksanakaneksperimen kimia dengan benar.Oleh sebab itu pembalajaran danperkuliahan kimia tidak terlepas darilaboratorium dan eksperimen. Pelaksanaaneksperimen dalam pembelajaran kimia tentuharus didukung oleh kemampuan tenagapendidikdalammembimbingsiswamelaksanakan eksperimen. Jadi, seorang calonguru kimia harus dibekali oleh ilmu danpengalaman terkait dengan eksperimen kimia dilaboratorium sehingga ketika nanti dia menjadiseorang guru kimia, mahasiswa sudah memilikibekal untuk diajarkan kepada siswanya.Pengalaman dan pengetahuan yangdimiliki oleh seorang calon guru kimia dalampraktikum kimia tidak hanya sebataspengetahuan mengenai prosedur, alur ataupunprinsip percobaan tetapi juga harus dilengkapidengan pemahaman terhadap keselamatan kerjadi laboratorium kimia. Sebab di dalamlaboratorium kimia terdapat berbagai macambahan kimia yang reaktif dan peralatan kimiayang terbuat dari besi dan gelas kaca yangmudah pecah. setiap bahan atau peralatan kimiamemiliki karakteristik sendiri dan penangananyang berbeda.Pengetahuan ini diperlukan sebagai carauntuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dilaboratorium. Menurut data National SafetyCouncil 2011 kecelakaan kerja di laboratorium90% disebabkan oleh unsafe behavior. Selainitu, pengetahuan terhadap keselamatan kerja dilaboratorium dan pemahaman konsep sangatmempengaruhi kinerja praktikan ketika sedangmelakukan praktikum (Aydogdu, 2017).Jadi berdasarkan penjelasan di atas,keberhasilan suatu eksperimen praktikum salahsatunya dipengaruhi oleh pemahaman konsep,pengetahuan keselamatan kerja di laboratorium(Fela, 2015)(Hogstrom, Ottander, 2010).Sehingga, dalam merancang dan melaksanakankurikulum program studi pendidikan kimiayang melibatkan mata kuliah praktikum harusmemperhatikan tingkat keselamatan kerjaselama menjalani praktikum. Untuk itu perluadanya pemetaan profilpengetahuan dantingkat kecemasan calon guru kimia dalamkeselamatan kerja di laboratorium. Hal inibertujuan untuk mendapatkan informasi tentangOktariani, Yelfira Sari, Asyti Feblizae-ISSN 2656-1379p-ISSN 2685-1776sejauh mana tingkat pengetahuan keselamatankerja dan kecemasan calon guru kimia dilaboratorium. Informasi ini penting sekali,sebab dapat dijadikan sebagai masukan bagidosen pembimbing praktikum dalam menyusundan melaksanakan mata kuliah praktikumsehingga dapat meminimalisir um di laboratorium.Untuk mendapatkan informasi ini tentudiperlukan alat ukur untuk mengidentifikasitingkat pemahaman calon guru kimia terhadappengetahuan kesehatan dan keselamatan kerjalaboratorium kimia. Berdasarkan penjelasan inimaka peneliti merasa perlu untuk melakukanpenelitian pembuatan dan validasi instrumenpengetahuan kesehatan dan keselamatan kerjalaboratorium calon guru kimia. Instrumen tesyang dikembangkan dalam penelitian ini terdiridari lembar soal dan pedoman penilaian.Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkaninstrumen yang valid layak untuk mengukurpengetahuan pengetahuan kesehatan dankeselamatan kerja laboratorium calon gurukimia. Jadi, dengan adanya instrumen makadapat dilakukan penelitian lanjutan untukmemetakan pengetahuan calon guru kimiatentangpengetahuankesehatandankeselamatan kerja laboratorium calon gurukimia.2. METODE PENELITIANJenis penelitian yang digunakan adalahpenelitian Research and Development, yaitumetode penelitian yang digunakan untukmenghasilkan produk tertentu, dan mengujikeefektifan produk tersebut (Sugiyono,2009:407). Penelitian dan pengembangan(Research and Development/R & D) tidakdimaksudkan untuk menguji atau menemukanteori, akan tetapi merupakan penelitian produk.Instrumendikembangkan dengan mengadopsi modelpengembangan 4D yang terdiri dari 4 . Model ini salah satu modelpengembangan yang mudah dipahami danterdiri dari tahapan yang sistematis dan jelas(Chamberlin, 2010). Dalam penelitian inipeneliti hanya sampai pada tahap develop.Page 95

JEDCHEM (Journal Education and Chemistry)Vol. 1 No. 2 Juli 2019Pada tahap pertama, define, penelitimelakukan studi awal berupa studi pustaka danstudi lapangan sesuai dengan kebutuhan yaitumengukurpengetahuankesehatandankeselamatan kerja laboratorium kimia. Maka,peneliti pada tahap ini mulai mencari apa sajaindikator pengukurannya. Pada tahap kedua,design, dilakukan proses perancangan danperumusan perangkat instrumen mulai dari kisikisi, butir soal hingga pedoman penilaian danmembuatnya menjadi satu kesatuan untukselanjutnya siap divalidasi dan diujicobakandalam skala terbatas. Pada tahap ketiga,develop, instrumen yang sudah dirancangselanjutnya divalidasi oleh ahli untukmenentukan validitas isi dan konstrukinstrumen. Hasil validasi ini kemudian direvisidan selanjutnya diujicobakan dalam skalaterbatas untuk menentukan reliabilitas tes.Validitas adalah suatu ukuran yangmenunjukkan tingkat kesahihan dari suatu tes.Suatu tes dikatakatan valid atau sahih apabilates dapat mengukur apa yang hendak di ukur.Validitas yang diukur adalah:1. Validitas Tesa. Validitas IsiValiditas isi adalah validitas dari alat ukur darisegi isi (content) materi pelajaran yang dicakupoleh alat ukur tersebut (Harry, 2013). Validasiisi berkenaan dengan kevalidan suatu alat ukurdipandang dari segi isi (content) denganindikator yang hendak di ukur. Soal tes yangtelah dikembangkan kemudian divalidasi olehahli kemudian di hitung nilai CVR (ContentValidity Ratio) masing-masing butir soaldengan menggunakan rumus sebagai berikut.CVR 𝒏𝒆 𝑵/𝟐𝑵/𝟐Keterangan:CVR Content Validity Ratione Banyaknya pakar yang sepakatN Banyaknya pakar yang memvalidasi(Lawshe C.H., 1978)CVR adalah salah satu metode yangpaling banyak digunakan untuk mengukurvaliditas content. Dalam menentukan apakahjudgment pakar dapat dinyatakan valid padataraf alpha 0,05 (uji satu sisi) maka nilaiOktariani, Yelfira Sari, Asyti Feblizae-ISSN 2656-1379p-ISSN 2685-1776CVRhitung harus lebih besar dari pada nilaiCVRtabel. Berdasarkan perhitungan ulang yangdilakukan ulang oleh Wilson et. al., terhadapnilai CVRtabel untuk masing-masing panelis,maka diperoleh nilai baru untuk CVRtabel.Proses validasi instrumen tes ini dilakukan oleh7 orang dosen/expert. Berikut Tabel nilai kritisCVR berdasarkan perhitungan ulang olehWilson et. al.Tabel 1. Nilai Kritis Untuk CVR (ContentValidity Ratio)Level of significance for One-tailed Test0.10.050.0250.010.0050.001Level of significance for Two-Tailed 990.997(Wilson, F. R., Pan, W., & Schumsky, 2012)Karakteristik penilaian CVR adalah:1) Ketika kurang dari setengah panelis yangmenjawab “ya”, maka nilai CVR akannegatif.2) Ketika setengah panelis menjawab “ya” dansetengah lagi menjawab “tidak” makaperolehan nilai CVR adalah 0.3) Ketika seluruh panelis menjawab “ya” makaperolehan nilai CVR adalah 1.4) Ketika jumlah panelis yang menjawab “ya”lebih dari setengah maka nilai CVR berkisarantara 0 - 0.99.b.Validitas Item atau Validitas Butir SoalSebuah item dikatakan valid apabilamempunyai dukungan yang besar terhadapskor total (Arikunto, 2012). Untuk mengujivaliditas setiap butir soal, skor-skor yangada pada butir soal yang dimaksuddikorelasikan dengan skor total. Rumusyang digunakan adalah: pbi Mp - MtStPQDengan:Page 96

JEDCHEM (Journal Education and Chemistry)Vol. 1 No. 2 Juli 2019γ pbi koefisien korelasi point biserialMp mean dari subyek- subyek yangmenjawab benar dari item yang dicarivaliditasnyaMt mean skor total ( skor rata-rata dariseluruh pengikut tes )P proporsi subyek (siswa ) yangmenjawab benar item tersebutQ proporsi siswa yang menjawab salah ( Q 1-p )St standar deviasi skor totalInterpretasi besarnya koefisien korelasi dapatdilihat pada Tabel 2.Tabel 2. Kriteria Validitas Butir SoalKoefisienKriteria0,80 γpbi 1,00Sangat tinggi0,60 γpbi 0,80Tinggi0,40 γpbi 0,60Cukup0,20 γpbi 0,40Rendah0,00 γpbi 0,20Sangat rendah2.Reliabilitas tesReliabilitas tes adalah ketepatan suatu tesapabila diteskan pada objek yang sama secaraberkali-kali (arikunto, 2012). Hasil pengukuranyang dilakukan dengan menggunakan testersebut secara berulang-ulang terhadap subyekyang sama akan menunjukkan hasil yang tetap.Suatu tes dapat dikatakan memiliki tarafreliabilitas yang tinggi jika tes tersebut dapatmemberikan hasil yang tetap setiap kalidigunakan. Perhitungan reliabilitas tes inimenggunakan software IBM-SPSS 20.Metoda yang digunakan adalah metodekonsistensi internal. Reliabilitas soal dalampenelitian ini dihitung berdasarkan rumusCronbach alpha berikut ini:r11 ( )( )Keterangan:r11: reliabilitas instrumenk: banyaknya butir pertanyaan ataubanyaknya soal : jumlah varians butir: varians total(Harry, 2013)Tabel 3 Kategori Reliabilitas TesOktariani, Yelfira Sari, Asyti Feblizae-ISSN 2656-1379p-ISSN 2685-1776Batasan0,80 α 1,000,60 α 0,800,40 α 0,600,20 α 0,40α 0,20KategoriSangat tinggiTinggiCukupRendahSangat rendah3. HASIL DAN PEMBAHASANPenelitian ini menghasilkan instrumenyang valid reliabel untuk mengukurpengetahuan kesehatan dan keselamatan kerjadi laboratorium bagi guru calon guru kimia.Berdasarkan pengumpulan dan analisis datadidapatkan hasil sebagai berikut;a. Validitas tesHasil perhitungan nilai CVR (ContentValidity Ratio) dan CVI (Content ValidityIndex)instrumentespengetahuankesehatan dan keselamatan kerja dilaboratorium bagi guru calon guru kimiaberdasarkan pertimbangan (judgement)para ahli didapat data seperti tabel berikutini:Tabel 4.1 Hasil perhitungan nilai CVR TesJumlahPanelPakar(N)JumlahPanel Pakaryang orButir SoalLawshe CVR formula :Page 97

JEDCHEM (Journal Education and Chemistry)Vol. 1 No. 2 Juli 2019CVR //CVI 0,847Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwahasil validasi oleh ahli (judgement expert)menyatakan bahwa instrumen ium bagi guru calon guru kimia layakdigunakan, karena sudah memenuhi kriteria